JUKNIS BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 SESUAI PERMENDIKBUD NO 1 TAHUN 2018

JUKNIS BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 SESUAI PERMENDIKBUD NO 1 TAHUN 2018

JUKNIS BOS TAHUN 2018 SESUAI PERMENDIKBUD NO 1 TAHUN 2018

Juknis BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 Sesuai Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018. Untuk  melonjakkan  akses  dan  mutu pendidikan Bagaikan Disorientasi satu prioritas pembangunan nasional,  pemerintah pusat wajib  mendorong  pemerintah  daerah di menyelenggarakan  pendidikan  untuk  masyarakat melalui pengalokasian  dana  dukungan  operasional sekolah (Dana BOS).  supaya pengalokasian  dana  dukungan  operasional sekolah (Dana BOS) sesuai dengan tujuan dan sasaran diperlukan petunjuk teknis.
di Juknis BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 Sesuai Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018 bahwa  Dana  BOS  dialokasikan  untuk  penyelenggaraan pendidikan di: a)  SD; b)  SMP; c)  SMA ; d)  SMK; dan e)  SDLB/SMPLB/SMALB/SLB. Dana  BOS  Itu dialokasikan  dan  dilaksanakan  sesuai  dengan petunjuk teknis BOS.  Petunjuk  teknis  BOS merupakan pedoman  untuk  pemerintah  daerah provinsi/kabupaten/kota  dan  satuan  pendidikan di  penggunaan  dan  pertanggungjawaban keuangan BOS.
Berikut ini besar Dana BOS dan tutorial perhitungan  jumlah  BOS  untuk  sekolah  Juknis BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 Berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018  Yaitu Bagaikan berikut:
a.  Sekolah  dengan  jumlah  peserta  didik  60  atau  lebih penghitungan jumlah BOS Bagaikan berikut:
1)  SD  sebesar Rp800.000,00  (delapan  ratus  ribu  rupiah) dikalikan jumlah peserta didik;
2)  SMP/Sekolah  Terintegrasi/SMP  Satap  sebesar Rp1.000.000,00  (satu  juta  rupiah)  dikalikan  jumlah peserta didik;
3)  SMA sebesar Rp1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah) dikalikan jumlah peserta didik;
4)  SMK sebesar Rp1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah) dikalikan jumlah peserta didik; dan
5)  SDLB/SMPLB/SMALB/SLB Rp2.000.000,00  (dua  juta rupiah) dikalikan jumlah peserta didik.
b.  Sekolah dengan jumlah peserta didik Anemia dari 60:
1)  Penerima kebijakan alokasi minimal
a)  SD  sebesar  60  (enam  puluh)  dikalikan Rp800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah);
b)  SMP/SMP Sekolah  Terintegrasi/SMP  Satap sebesar
60  (enam  puluh)  dikalikan Rp1.000.000,00  (satu juta rupiah); dan
c)  SDLB/SMPLB/SMALB/SLB  sebesar  60  (enam puluh) dikalikan Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).
2)  Bukan penerima kebijakan alokasi minimal
a)  SD  sebesar  Rp800.000,00  (delapan  ratus  ribu rupiah) dikalikan jumlah peserta didik;
b)  SMP/Sekolah  Terintegrasi/SMP  Satap Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dikalikan jumlah peserta didik;
c)  SMA/Sekolah  Terintegrasi/SMA  Satap Rp1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah) dikalikan jumlah peserta didik;
d)  SMK  Rp1.400.000,00  (satu  juta  empat  ratus  ribu rupiah) dikalikan jumlah peserta didik; dan
e)  SDLB/SMPLB/SMALB/SLB  Rp2.000.000,00  (dua juta rupiah) dikalikan jumlah peserta didik.
c.  Jumlah  BOS  untuk  kelas  jauh,  SMP  Terbuka  dan  SMA Terbuka tetap didasarkan di jumlah peserta didik riil yang valid  di karenakan  pengelolaan  dan  pertanggungjawabannya disatukan dengan sekolah induk.
Berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018 mengenai Juknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2018, mekanisme penyaluran Dana BOS Bisa dilakukan dengan cara triwulan atau semester dengan ketentuan Bagaikan berikut:
a.  Penyaluran tiap triwulan
1)  Triwulan I sebesar 20% (dua puluh persen) dari alokasi satu tahun;
2)  Triwulan  II  sebesar  40% (empat  puluh  persen)  dari alokasi satu tahun;
3)  Triwulan  III  sebesar  20% (dua  puluh  persen)  dari alokasi satu tahun; dan
4)  Triwulan  IV  sebesar  20% (dua  puluh  persen)  dari alokasi satu tahun.
b.  Penyaluran tiap semester
1)  Semester  I  sebesar 60% (enam  puluh  persen)  dari alokasi satu tahun; dan
2)  Semester II sebesar 40% (empat  puluh  persen)  dari alokasi satu tahun.
Terkait Komponen Pembiayaan BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2018 silahkan kalian pelajari lebih lanjut Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018 mengenai Juknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2018. Disorientasi satu Disparitas yang mencolok dari Junknis BOS tahun sebelumnya Yaitu adanya penegasan mengenai Pembiayaan USBN.
JUKNIS BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 SESUAI PERMENDIKBUD NO 1 TAHUN 2018

Berikut ini Komponen Pembiayaan BOS di SD sesuai Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018 mengenai Juknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2018
1.  Pengembangan Perpustakaan
a.  Penyediaan Buku Teks Utama
1)  Penyelenggara Kurikulum 2013 (K-13)
a)  Buku Teks Utama Peserta Didik 
b)  Buku Teks Utama Guru
2)  Penyelenggara Kurikulum 2006
b.  Membeli buku  nonteks  (buku  bacaan,  buku  pengayaan,  dan buku  referensi)  terutama  yang  menunjang  penguatan pendidikan  karakter  dan  pengembangan  literasi  sekolah untuk  memenuhi  SPM  pendidikan  dasar  sesuai  dengan Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  yang mengatur mengenai Standar Pelayanan Minimal.
c. Langganan  majalah/publikasi  berkala  yang  terkait  dengan pendidikan, bagus offline ataupun online.
d.  Pemeliharaan  atau  pembelian  baru  buku/koleksi perpustakaan.
e.  Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.
f. Pengembangan database  perpustakaan  dan  perpustakaan elektronik (e-library) atau perpustakaan digital (digital library).
g.  Pemeliharaan perabot perpustakaan atau pembelian baru.
h.  Pemeliharaan dan/atau pembelian AC perpustakaan.
2.  Penerimaan Peserta Didik Baru
Semua jenis pengeluaran di rangka  penerimaan peserta didik baru (termasuk pendaftaran ulang peserta didik lama), antara lain:
a.  penggandaan formulir pendaftaran;
b.  administrasi pendaftaran;
c.  publikasi/Pembertitahuan PPDB;
d.  biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah; dan/atau
e.  konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.
3.  Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
a.  Kegiatan pembelajaran
1)  Membeli/mengganti  alat  peraga  IPA  yang diperlukan sekolah untuk memenuhi SPM.
2)  Mendukung  penyelenggaraan  pembelajaran  aktif  kreatif efektif dan menyenangkan.
3)  Pengembangan  pendidikan  karakter,  penumbuhan  budi pekerti,  dan  kegiatan  program  pelibatan  keluarga  di sekolah .
4)  Pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan.
5)  Pemantapan persiapan ujian
6)  Pendidikan  dan  pengembangan  sekolah  sehat,  aman, ramah anak, dan menyenangkan.
7)  Pembiayaan  lomba  yang  tak  dibiayai  dari  dana Pemerintah  Pusat/pemerintah  daerah,  termasuk  untuk biaya  transportasi  dan  akomodasi  peserta  didik/guru di  mengikuti  lomba,  dan  biaya  pendaftaran mengikuti lomba.
b.  Kegiatan ekstrakurikuler
1)  Krida,  seperti:  kepramukaan,  Latihan Kepemimpinan  Siswa  (LKS),  Usaha  Kesehatan  Sekolah (UKS), dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
2)  Karya  ilmiah,  seperti:  Kegiatan  Ilmiah, kegiatan  Dominasi  keilmuan  dan  kemampuan akademik, dan penelitian.
3)  Latihan olah bakat dan olah minat, seperti: pengembangan  bakat  olahraga,  seni  dan  budaya, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi.
4)  Keagamaan,  seperti:  ceramah  keagamaan, baca  tulis  al  quran,  retreat  dan/atau  bentuk ekstrakurikuler keagamaan.
5)  Pembiayaan  lomba  yang  tak  dibiayai  dari  dana Pemerintah  Pusat/pemerintah  daerah,  termasuk  untuk biaya  transportasi  dan  akomodasi  peserta  didik/guru di  mengikuti  lomba,  dan  biaya  pendaftaran mengikuti lomba.
4.  Kegiatan Evaluasi Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
Kegiatan  evaluasi  pembelajaran  yang  Bisa  dibiayai  meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,  ulangan  kenaikan  kelas,  ujian  sekolah  berstandar nasional  (USBN),  dan  evaluasi  kegiatan  ekstrakurikuler. Komponen  pembiayaan  dari  kegiatan  Itu  yang  Bisa dibayarkan terdiri atas:
a.  transportasi  dan  kosumsi  penyusunan  indikator  dan penelaahan soal USBN di Kelompok Kerja Guru (KKG);
b.  fotokopi/penggandaan soal;
c.  fotokopi  laporan  Aplikasi  hasil  ujian  untuk  disampaikan oleh  guru  kepada  Kepala  Sekolah,  serta  dari  Kepala  Sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik;
d.  biaya  transport  pengawas  ujian  yang  ditugaskan  di  luar sekolah tempat mengajar, yang tak dibiayai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah; dan/atau
e.  biaya  konsumsi  penyelenggaran  kegiatan  evaluasi pembelajaran  dan  Inspeksi  hasil  ujian,  serta  evaluasi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
5.  Pengelolaan Sekolah
a.  Pembelian  buku  tulis,  kapur  tulis,  pensil,  spidol,  kertas, bahan praktikum, buku induk peserta didik, dan/atau buku inventaris.
b.  Pembelian  alat  tulis  kantor  (termasuk  tinta printer,  CD, dan/atau flash disk).
c.  Usaha  Kesehatan  Sekolah  (UKS),  termasuk  peralatan dan/atau obat-obatan.
d.  Pembelian  minuman  dan/atau  Boga  ringan  untuk kebutuhan  sehari-hari  di  sekolah  untuk  guru,  tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan/atau tamu.
e. Pengadaan suku cadang alat kantor.
f.  Pembelian alat-alat kebersihan dan/atau alat listrik.
g. Penggandaan  laporan  dan/atau  surat-menyurat  untuk keperluan sekolah.
h.  Honor untuk penyusun laporan BOS.
i.  Biaya transportasi ke bank/kantor pos.
j.  Transportasi  di  rangka  koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.
k.  Biaya pertemuan di rangka penyusunan RKJM dan RKT, kecuali untuk pembayaran honor.
l.  Biaya untuk Memajukan dan/atau pemeliharaan laman sekolah dengan domain “sch.id”.
m.  Biaya  untuk  Memajukan  media  pembelajaran  berbasis Teknologi,  Informasi,  dan  Komunikasi  (TIK),  misalkan  untuk pembelian  bahan/komponen  material  perakitan  dan/atau pengembangan e-book.
n.  Pendataan  melalui  Software  Dapodik,  dengan  ketentuan Bagaikan berikut.
1)  Kegiatan  pendataan  Dapodik  yang  Bisa  dibiayai meliputi:
a)  pemasukan data; 
b)  validasi; 
c)  updating; dan/atau
d)  sinkronisasi  data  ke  di  Software  Dapodik,  yang meliputi:  
(1)  data profil sekolah; 
(2)  data peserta didik; 
(3)  data sarana dan prasarana; dan 
(4)  data guru dan tenaga kependidikan.
2)  Komponen  pembiayaan  kegiatan  pendataan  Dapodik meliputi: 
a)  penggandaan formulir Dapodik;
b)  alat  dan/atau  bahan  Demisioner  pakai  pendukung kegiatan;
c)  konsumsi  dan/atau  transportasi  kegiatan pemasukan  data,  validasi,  updating,  dan sinkronisasi;
d)  sewa  internet  (warnet) dan/atau biaya  transportasi Futuristis  warnet,  apabila  tahapan  kegiatan pendataan tak Bisa dilakukan di sekolah di karenakan permasalahan jaringan internet;
e)  honor  petugas  pendataan  Dapodik.    Kebijakan pembayaran  honor  untuk  petugas  pendataan  di sekolah mengikuti ketentuan Bagaikan berikut.
(1)  Kegiatan  pendataan  Dapodik  diupayakan untuk  dikerjakan  oleh  tenaga  administrasi berkompeten  yang  sudah  tersedia  di  sekolah, bagus  yang  merupakan  pegawai  tetap  ataupun tenaga  honorer,  sehingga  sekolah  tak  wajib menganggarkan  biaya  tambahan  untuk pembayaran honor bulanan.
(2)  Apabila tak tersedia tenaga administrasi yang berkompeten,  sekolah  Bisa  menugaskan petugas  pendataan  lepas  (outsourcing)  yang dibayar  sesuai  dengan  waktu  pekerjaan  atau per  kegiatan  (tak  dibayarkan  di  bentuk honor rutin bulanan).
o.  Pembelian  peralatan/perlengkapan  yang  menunjang operasional rutin  di  sekolah,  antara  lain  bel, sound  system dan  speaker  untuk  upacara,  teralis  jendela,  dan/atau perlengkapan Sesuai lainnya.
p.  Pembelian  dan  pemasangan  alat  absensi  untuk  guru  dan  staf sekolah lainnya, termasuk tipe finger print scan dengan biaya maksimal Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
q.  Eksklusif  untuk  sekolah  yang  berada  di  daerah  terpencil atau  belum  mempunyai  jaringan  listrik,  Bisa  membeli/sewa genset  atau  jenis  lainnya  yang  lebih  cocok  misalnya  panel surya,  termasuk  perlengkapan  pendukung  dan perawatan/perbaikannya.
r.  Penanggulangan  dampak  darurat  Bala,  Eksklusif  selama masa tanggap darurat, misalnya pembelian masker.
6.  Pengembangan  Profesi  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan,  serta Pengembangan Manajemen Sekolah.
a.  Kegiatan  Kelompok  Kerja  Guru  (KKG)  atau  Kelompok  Kerja Kepala  Sekolah  (KKKS).  untuk  sekolah  yang  memperoleh hibah/block  grant pengembangan  KKG  atau  sejenisnya  di tahun  anggaran  yang  Serupa,  hanya  diperbolehkan memakai  BOS  untuk  biaya  transport  kegiatan  apabila tak disediakan oleh hibah/block grant Itu.
b.  Menghadiri  seminar/lokakarya  yang  terkait  langsung  dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan antara lain penerapan  Rencana  Aplikasi  Pembelajaran  (RPP), pengembangan  dan/atau  penerapan  program  Evaluasi kepada peserta didik, penyusunan soal USBN, pengembangan Tanah sekolah (contoh: kegiatan beternak, berkebun, biotrop), apabila  ditugaskan  oleh  sekolah.  Biaya  yang  Bisa dibayarkan  meliputi  biaya  pendaftaran,  transportasi, dan/atau  akomodasi  apabila  seminar/lokakarya  diadakan  di luar sekolah dengan mengikuti standar biaya Generik daerah
c.  Mengadakan  seminar/lokakarya  untuk  peningkatan  mutu, seperti  di  rangka  pemantapan  penerapan  kurikulum/ silabus, pemantapan kapasitas guru di rangka penerapan Rencana  Aplikasi  Pembelajaran  (RPP),  pengembangan dan/atau penerapan program Evaluasi kepada peserta didik, penyusunan  soal  USBN,  pengembangan  sekolah hijau.  Biaya yang  Bisa  dibayarkan  meliputi  fotokopi,  konsumsi  guru peserta  seminar/lokakarya  yang  diadakan  di  sekolah, dan/atau  biaya  narasumber  dari  luar  sekolah  dengan mengikuti standar biaya Generik daerah.
7.  Langganan Daya dan Jasa
a.  Biaya langganan listrik, air, dan/atau telepon.
b.  Pemasangan  instalasi  baru  apabila  sudah  ada  jaringan  di sekitar sekolah dan/atau penambahan daya listrik.
c.  Biaya  langganan  internet  dengan  tutorial  Pasca  bayar  atau prabayar,  bagus  dengan fixed  modem ataupun mobile  modem.  Termasuk  pula  untuk  pemasangan  baru  apabila  sudah  ada jaringan  di  sekitar  sekolah.    Eksklusif  penggunaan  internet dengan  mobile  modem,  batas  maksimal  pembelian paket/voucher sebesar Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu) per bulan.    Adapun  biaya  langganan  internet  melalui fixed modem disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
8.  Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah
a.  Pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan/atau jendela,  perbaikan  lantai  dan/atau  fasilitas  sekolah  lainnya yang tak lebih dari renovasi ringan.
b.  Perbaikan  mebeler,  termasuk  pembelian  mebeler  di  kelas untuk  peserta  didik/guru  bila  mebeler  yang  ada  di  kelas sudah  tak  berfungsi  dan/atau  jumlahnya  Anemia mencukupi kebutuhan.
c.  Perbaikan  sanitasi  sekolah  (kloset, urinoir, washtafel,  keran air, dan lainnya) supaya berfungsi dengan bagus.
d.  Aplikasi sekolah hijau.
e.  Penyediaan  sumber  air  Higienis  termasuk  pompa  dan instalasinya untuk satuan pendidikan yang belum mempunyai air Higienis.
f.  Perbaikan  saluran  Deportasi  dan/atau  saluran  air  hujan dan/atau saluran air kotor dari sanitasi.
9.  Pembayaran Honor
a.  Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM).
b.  Tenaga administrasi (tenaga yang melaksanakan administrasi sekolah termasuk menjalankan tugas pendataan Dapodik).
c.  Pegawai perpustakaan.
d.  Penjaga sekolah.
e.  Petugas satpam.
f.  Petugas kebersihan.
Keterangan:
1)  di  prinsipnya  pemerintah  daerah  dan  masyarakat penyelenggara  pendidikan  wajib  mengalokasikan  honor guru/tenaga  kependidikan  dan  non  kependidikan  yang ditugaskan di satuan pendidikan yang diselenggarakan; 
2)  pembayaran honor  bulanan  guru/tenaga  kependidikan  dan non  kependidikan  honorer  di sekolah  yang  diselenggarakan oleh pemerintah daerah Bisa memakai dana BOS paling banyak 15% (lima belas persen) dari total BOS yang diterima;
3)  pembayaran  honor  bulanan  guru/tenaga  kependidikan  dan non  kependidikan  honorer  di  sekolah  yang  diselenggarakan oleh  masyarakat  Bisa  memakai  dana  BOS  paling banyak 50% (lima puluh persen) dari total BOS yang diterima; 
4)  guru honorer yang mendapat pembayaran honor wajib:
a)  mempunyai kualifikasi akademik S-1/D-IV; dan
b)  mendapatkan penugasan dari pemerintah daerah dengan memperhatikan  analisis  kebutuhan  guru  dan menyampaikan  tembusan  penugasan  dimaksud  kepada Direktur  Jenderal  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  untuk  guru honor yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
10.  Pembelian/Perawatan Alat Multi Media Pembelajaran
a.  Membeli komputer desktop/work station berupa PC/All in One Computer  untuk  digunakan  di  proses  pembelajaran, maksimal  5 (lima)  unit  per tahun  per satuan  pendidikan dengan spesifikasi minimal:
1)  prosesor Intel Core i3 atau yang setara;
2)  memori standar 4GB DDR3;
3)  hard drive 0 GB SSD/500 GB HDD;
4)  CD/DVD drive;
5)  monitor LED 18,5 inci;
6)  sistem operasi Windows 10;
7)  Software  terpasang  word  processor,  spreadsheet,  dan presentation;
8)  garansi 1 (satu) tahun.
Harga untuk  pembelian  komputer tak boleh  melebihi dari Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per unit.
Selain  untuk  membeli,  BOS  boleh  digunakan  untuk perbaikan  dan/atau upgrade komputer desktop/work  station milik sekolah.
b.  Membeli printer atau printer  plus  scanner maksimal  1 (satu) unit/tahun/satuan  pendidikan.    Selain untuk  membeli,  BOS boleh digunakan untuk perbaikan printer milik sekolah.
c.  Membeli laptop maksimal  1 (satu) unit per tahun per satuan pendidikan dengan spesifikasi minimal:
1)  Prosesor Intel Core i3 atau yang setara;
2)  Memori standar 4GB DDR3;
3)  Hard drive 0 GB SSD/500 GB HDD;
4)  CD/DVD drive;
5)  Monitor 14 inci;
6)  Sistem operasi Windows 10;
7)  Software  terpasang  word  processor,  spreadsheet,  dan presentation;
8)  garansi 1 tahun;
Harga  untuk  pembelian laptop  tak  boleh  melebihi  dari Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per unit. 
Selain  untuk  membeli,  BOS  boleh  digunakan  untuk perbaikan atau upgrade laptop milik sekolah.
d.  Membeli  proyektor  maksimal  5 (lima)  unit  per tahun  per satuan pendidikan dengan spesifikasi minimal:
1)  sistem DLP;
2)  resolusi XGA;
3)  brightness 3000 lumens;
4)  contras ratio 15.000:1
5)  input HDMI, VGA, Composite, S-Video;
6)  garansi 1 (satu) tahun.
Harga  untuk  pembelian proyektor tak  boleh  melebihi  dari Rp7.000.000,00 (tujuh juta rupiah).  Selain  untuk  membeli,  BOS  boleh  digunakan  untuk perbaikan proyektor milik sekolah.
Keterangan:
a.  Komputer desktop/workstation, printer/printer scanner, laptop dan/atau  proyektor  wajib  dibeli  di  penyedia  barang  yang membagikan garansi resmi.
b.  Proses  pengadaan  barang  oleh  sekolah  wajib  mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.
c.  Peralatan di atas wajib dicatat Bagaikan inventaris sekolah.
11.  Biaya Lainnya
Apabila seluruh komponen sebagaimana dimaksud di angka 1-10  telah  terpenuhi  pembiayaannya  dan  masih  terdapat  kelebihan BOS,  maka  BOS  Bisa  digunakan  untuk  keperluan  lainnya, dimana  penggunaan  dana  ini  wajib  diputuskan  melalui  rapat bersama  dengan  Dewan  Guru  dan  Komite  Sekolah.    Pembiayaan yang Bisa dibiayai antara lain pembangunan jamban/WC beserta sanitasinya  dan/atau  kantin  sehat,  hanya  untuk  sekolah  yang belum mempunyai prasarana Itu.
Berikut ini Komponen Pembiayaan BOS di SD sesuai Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018 mengenai Juknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2018
1.  Pengembangan Perpustakaan
a.  Penyediaan Buku Teks Utama
1)  Penyelenggara Kurikulum 2013 (K-13)
a)  Buku Teks Utama Peserta Didik 
b)  Buku Teks Utama Guru
2)  Penyelenggara Kurikulum 2006
b.  Membeli buku  nonteks  (buku  bacaan,  buku  pengayaan,  dan buku  referensi)  terutama  yang  menunjang  penguatan pendidikan  karakter  dan  pengembangan  literasi  sekolah untuk  memenuhi  SPM  pendidikan  dasar  sesuai  dengan Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  yang mengatur mengenai Standar Pelayanan Minimal.
c. Langganan  majalah/publikasi  berkala  yang  terkait  dengan pendidikan, bagus offline ataupun online.
d.  Pemeliharaan  atau  pembelian  baru  buku/koleksi perpustakaan.
e.  Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.
f. Pengembangan database  perpustakaan  dan  perpustakaan elektronik (e-library) atau perpustakaan digital (digital library).
g.  Pemeliharaan perabot perpustakaan atau pembelian baru.
h.  Pemeliharaan dan/atau pembelian AC perpustakaan.
2.  Penerimaan Peserta Didik Baru
Semua jenis pengeluaran di rangka  penerimaan peserta didik baru (termasuk pendaftaran ulang peserta didik lama), antara lain:
a.  penggandaan formulir pendaftaran;
b.  administrasi pendaftaran;
c.  publikasi/Pembertitahuan PPDB;
d.  biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
e.  konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.
3.  Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
a.  Kegiatan pembelajaran
1)  Mendukung  penyelenggaraan  pembelajaran  kontekstual di SMP.
2)  Pengembangan  pendidikan  karakter,  penumbuhan  budi pekerti,  dan  kegiatan  program  pelibatan  keluarga  di sekolah.
3)  Pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan.
4)  Pemantapan persiapan ujian.
5)  Pendidikan  dan  pengembangan  sekolah  sehat,  aman, ramah anak, dan menyenangkan.
6)  Pembiayaan  lomba  yang  tak  dibiayai  dari  dana Pemerintah  Pusat/pemerintah  daerah,  termasuk  untuk biaya  transportasi  dan  akomodasi  peserta  didik/guru di  mengikuti  lomba,  dan  biaya  pendaftaran mengikuti lomba.
b.  Kegiatan Ekstrakurikuler
1)  Olahraga,  kesenian,  karya  ilmiah  remaja,  pramuka, palang  merah  remaja,  dan  ekstrakurikuler  yang  sesuai dengan kebutuhan sekolah lainnya.
2)  Pembiayaan  lomba  yang  tak  dibiayai  dari  dana Pemerintah  Pusat/pemerintah  daerah,  termasuk  untuk biaya  transportasi  dan  akomodasi  peserta  didik/guru di  mengikuti  lomba,  dan  biaya  pendaftaran mengikuti lomba.
4.  Kegiatan Evaluasi Pembelajaran
Kegiatan evaluasi  pembelajaran  yang  Bisa  dibiayai  meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,  ulangan  kenaikan  kelas,  ujian  nasional, dan/atau USBN.  Komponen  pembiayaan  dari  kegiatan  yang  Bisa dibayarkan terdiri atas:
a.  Ulangan  harian,  ulangan  tengah  semester,  ulangan  akhir semester,  ulangan  kenaikan  kelas,  dan/atau  USBN  yang terdiri atas:
1)  transportasi  dan  konsumsi  penyusunan  indikator  dan penelaahan soal USBN di MGMP;
2)  fotokopi/penggandaan soal;
3)  fotokopi  laporan  Aplikasi  hasil  ujian  untuk disampaikan  oleh  guru  kepada  Kepala  Sekolah,  serta dari  Kepala  Sekolah  ke  dinas  pendidikan  dan  kepada orang tua/wali peserta didik;
4)  biaya  transport  pengawas  ujian  yang  ditugaskan  di  luar sekolah  tempat  mengajar,  yang  tak  dibiayai  oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah; dan/atau
5)  biaya  konsumsi  penyelenggaran  kegiatan  evaluasi pembelajaran dan Inspeksi hasil ujian di sekolah.
b.  Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) yang terdiri atas:
1)  honorarium  pengawas  sebesar  Rp75.000,00(tujuh  puluh lima ribu rupiah) per 2 (dua) orang per hari;
2)  pengiriman  LJUN  sebesar  Rp20.000,00  (dua  puluh  ribu rupiah) per sekolah per hari; 
3)  pengisian  data  sekolah  sebesar  Rp20.000,00  (dua  puluh ribu per sekolah per hari;
4)  penyusunan  dan  pengiriman  laporan  sebesar Rp20.000,00 (dua puluh ribu) per sekolah per hari;
5)  transportasi  pengembalian  bahan  UN  sebesar Rp20.000,00 (dua puluh ribu) per sekolah per hari;
6)  fotokopi  laporan  Aplikasi  hasil  ujian  untuk disampaikan  oleh  guru  kepada  Kepala  Sekolah,  serta dari  Kepala  Sekolah  ke  dinas  pendidikan  dan  kepada orang tua/wali peserta didik; dan/atau
7)  biaya  konsumsi  penyelenggaran  kegiatan  ujian  dan Inspeksi hasil ujian di sekolah;
c.  Simulasi dan Aplikasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang terdiri atas:
1)  honorarium  teknisi  sebesar  Rp150.000,00  (seratus  lima puluh ribu rupiah) per orang per hari; 
2)  honorarium  pengawas  sebesar  Rp100.000,00  (seratus ribu rupiah)per orang per hari;
3)  honorarium  proktor  sebesar  Rp150.000,00  (seratus  lima puluh ribu rupiah) per orang per hari;
4)  sinkronisasi  UN  sebesar  Rp150.000,00  (seratus  lima puluh ribu rupiah) per orang per hari;
5)  pengiriman  LJUN  sebesar  Rp20.000,00  (dua  puluh  ribu rupiah) per sekolah per hari; 
6)  pengisian  data  sekolah  sebesar  Rp20.000,00  (dua  puluh ribu rupiah) per sekolah per hari;
7)  penyusunan  dan  pengiriman  laporan  sebesar Rp20.000,00  (dua  puluh  ribu  rupiah)  per  sekolah  per hari; 
8)  transportasi  pengembalian  bahan  UN  sebesar Rp20.000,00  (dua  puluh  ribu  rupiah)  per  sekolah  per hari;
9)  fotokopi  laporan  Aplikasi  hasil  ujian  untuk disampaikan  oleh  guru  kepada  Kepala  Sekolah,  serta dari  Kepala  Sekolah  ke  dinas  pendidikan  dan  kepada orang tua/wali peserta didik; dan/atau
10) biaya  konsumsi  penyelenggaran  kegiatan  ujian  dan Inspeksi hasil ujian di sekolah.
5.  Pengelolaan Sekolah
a.  Pembelian  buku  tulis,  kapur  tulis,  pensil,  spidol,  kertas, bahan praktikum, buku induk peserta didik, dan/atau buku inventaris.
b.  Pembelian  alat  tulis  kantor  (termasuk  tinta printer,  CD, dan/atau flash disk).
c.  Usaha  Kesehatan  Sekolah  (UKS),  termasuk  peralatan dan/atau obat-obatan.
d.  Pembelian  minuman  dan/atau  Boga  ringan  untuk kebutuhan  sehari-hari  di  sekolah  untuk  guru,  tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan/atau tamu.
e.  Pengadaan suku cadang alat kantor.
f.  Pembelian alat-alat kebersihan dan/atau alat listrik.
g.  Penggandaan  laporan  dan/atau  surat-menyurat  untuk keperluan sekolah.
h.  Honor untuk penyusun laporan BOS.
i.  Biaya transportasi ke bank/kantor pos.
j.  Transportasi  di  rangka  koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.
k.  Biaya pertemuan di rangka penyusunan RKJM dan RKT, kecuali untuk pembayaran honor.
l.  Biaya untuk Memajukan dan/atau pemeliharaan laman sekolah dengan domain “sch.id”.
m.  Biaya  untuk  Memajukan  media  pembelajaran  berbasis Teknologi,  Informasi,  dan Komunikasi  (TIK),  misalkan  untuk pembelian  bahan/komponen  material  perakitan  dan/atau pengembangan e-book. 
n.  Pendataan  melalui  Software  Dapodik,  dengan  ketentuan Bagaikan berikut:
1)  Kegiatan  pendataan  Dapodik  yang  Bisa  dibiayai meliputi:
a)  pemasukan data; 
b)  validasi; 
c)  updating; dan/atau
d)  sinkronisasi  data  ke  di  Software  Dapodik,  yang meliputi:  
(1)  data profil sekolah; 
(2)  data peserta didik; 
(3)  data sarana dan prasarana; dan 
(4)  data guru dan tenaga kependidikan.
2)  Komponen  pembiayaan  kegiatan  pendataan  Dapodik meliputi: 
a)  penggandaan formulir Dapodik;
b)  alat  dan/atau  bahan  Demisioner  pakai  pendukung kegiatan;
c)  konsumsi  dan/atau  transportasi  kegiatan pemasukan  data,  validasi,  updating,  dan sinkronisasi;
d)  sewa  internet  (warnet) dan/atau biaya  transportasi Futuristis  warnet,  apabila  tahapan  kegiatan pendataan tak Bisa dilakukan di sekolah di karenakan permasalahan jaringan internet;
e)  honor  petugas  pendataan  Dapodik.    Kebijakan pembayaran  honor  untuk  petugas  pendataan  di sekolah mengikuti ketentuan Bagaikan berikut:
(1)  kegiatan pendataan Dapodik diupayakan untuk dikerjakan  oleh  tenaga  administrasi berkompeten  yang  sudah  tersedia  di  sekolah, bagus  yang  merupakan  pegawai  tetap  ataupun tenaga  honorer,  sehingga  sekolah  tak  wajib menganggarkan  biaya  tambahan  untuk pembayaran honor bulanan;
(2)  apabila tak tersedia tenaga administrasi yang berkompeten,  sekolah  Bisa  menugaskan petugas  pendataan  lepas  (outsourcing)  yang dibayar  sesuai  dengan  waktu  pekerjaan  atau per  kegiatan  (tak  dibayarkan  di  bentuk honor rutin bulanan).
o.  Pembelian  peralatan/perlengkapan  yang  menunjang operasional  rutin  di  sekolah,  antara  lain  bel, sound  system dan  speaker  untuk  upacara,  teralis  jendela,  dan/atau perlengkapan Sesuai lainnya.
p.  Pembelian  dan  pemasangan  alat  absensi  untuk  guru  dan  staf sekolah lainnya, termasuk tipe finger print scan dengan biaya maksimal Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
q.  Eksklusif  untuk  sekolah  yang  berada  di  daerah  terpencil atau  belum  mempunyai  jaringan  listrik,  Bisa  membeli/sewa genset  atau  jenis  lainnya  yang  lebih  cocok  misalnya  panel surya,  termasuk  perlengkapan  pendukung  dan perawatan/perbaikannya.
r.  Penanggulangan  dampak  darurat  Bala,  Eksklusif  selama masa tanggap darurat, misalnya pembelian masker.
s.  Eksklusif  SMP  yang  Jadi  induk  dari  SMP  Terbuka,  maka BOS Bisa digunakan untuk:
1)  supervisi oleh Kepala Sekolah;
2)  supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka;
3)  kegiatan tatap muka di sekolah induk oleh guru pembina yang disesuaikan dengan beban mengajarnya;
4)  kegiatan  pembimbingan  di  Tempat  Kegiatan  Berguru (TKB) oleh guru pamong;
5)  kegiatan  administrasi  ketatausahaan  oleh  petugas  tata usaha (1 orang); dan/atau
6)  pengelolaan  kegiatan  pembelajaran  oleh  Pengelola  TKB Berdikari.
Keterangan:
1)  penanggung  jawab  pengelolaan  dan  penggunaan  BOS untuk SMPT/TKB Berdikari Yaitu Kepala SMP induk;
2)  besaran  biaya  disesuaikan  dengan  standar  biaya Generik setempat  atau  ketentuan  peraturan  perundang-undangan.
6.  Pengembangan  Profesi  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan,  serta Pengembangan Manajemen Sekolah
a.  Kegiatan  Kelompok  Kerja  Guru  (KKG)/Musyawarah  Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kelompok  Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah  Kerja  Kepala  Sekolah  (MKKS).  untuk sekolah  yang  memperoleh  hibah/block  grant pengembangan KKG/MGMP  atau  sejenisnya  di  tahun  anggaran  yang Serupa,  hanya  diperbolehkan  memakai  BOS  untuk  biaya transport  kegiatan  apabila  tak  disediakan  oleh  hibah/block grant Itu.
b.  Menghadiri  seminar/pelatihan/kursus yang  terkait  langsung dengan  peningkatan  mutu  guru  dan  tenaga  kependidikan, apabila  ditugaskan  oleh  sekolah.    Biaya  yang  Bisa dibayarkan  meliputi  biaya  pendaftaran,  transportasi, dan/atau  akomodasi  apabila  seminar/pelatihan/kursus diadakan di luar sekolah.
c.  Mengadakan workshop/lokakarya  untuk  peningkatan  mutu, seperti  di  rangka  pemantapan  penerapan  kurikulum/ silabus, pemantapan kapasitas guru di rangka penerapan Rencana  Aplikasi  Pembelajaran  (RPP),  pengembangan dan/atau penerapan program Evaluasi kepada peserta didik. Biaya  yang  Bisa  dibayarkan  meliputi  fotokopi,  konsumsi guru  peserta workshop/lokakarya  yang  diadakan  di  sekolah, dan/atau  biaya  nara  sumber  dari  luar  sekolah  dengan mengikuti standar biaya Generik daerah.
7.  Langganan Daya dan Jasa
a.  Biaya langganan listrik, air, dan/atau telepon.
b.  Pemasangan  instalasi  baru  apabila  sudah  ada  jaringan  di sekitar sekolah dan/atau penambahan daya listrik.
c.  Biaya  langganan  internet  dengan  tutorial  Pasca  bayar  atau prabayar,  bagus  dengan fixed  modem ataupun mobile  modem.  Termasuk  pula  untuk  pemasangan  baru  apabila  sudah  ada jaringan  di  sekitar  sekolah.    Eksklusif  penggunaan  internet dengan  mobile  modem,  batas  maksimal  pembelian paket/voucher sebesar  Rp250.000,00 (dua  ratus  lima  puluh ribu  rupiah)  per  bulan.    Adapun  biaya  langganan  internet melalui fixed modem disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
8.  Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah
a.  Pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan/atau jendela,  perbaikan  lantai  dan/atau  fasilitas  sekolah  lainnya yang tak lebih dari renovasi ringan.
b.  Perbaikan  mebeler,  termasuk  pembelian  mebeler  di  kelas untuk  peserta  didik/guru  bila  mebeler  yang  ada  di  kelas sudah  tak  berfungsi  dan/atau  jumlahnya  Anemia mencukupi kebutuhan.
c.  Perbaikan  sanitasi  sekolah  (kloset, urinoir, washtafel,  keran air, dan lainnya) supaya berfungsi dengan bagus.
d.  Aplikasi sekolah hijau.
e.  Penyediaan  sumber  air  Higienis  termasuk  pompa  dan instalasinya untuk satuan pendidikan yang belum mempunyai air Higienis.
f.  Perbaikan  saluran  Deportasi  dan/atau  saluran  air  hujan dan/atau saluran air kotor dari sanitasi.
9.  Pembayaran Honor
a.  Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM).
b.  Tenaga  administrasi  (untuk  SMP  yang  belum  mempunyai tenaga Tata Usaha).
c.  Pegawai perpustakaan.
d.  Penjaga sekolah.
e.  Petugas satpam.
f.  Petugas kebersihan.
Keterangan:
1)  di  prinsipnya  pemerintah  daerah  dan  masyarakat penyelenggara  pendidikan  wajib  mengalokasikan  honor guru/tenaga  kependidikan  dan  non  kependidikan  yang ditugaskan di satuan pendidikan yang diselenggarakan; 
2)  pembayaran  honor  bulanan  guru/tenaga  kependidikan  dan non  kependidikan  honorer  di sekolah  yang  diselenggarakan oleh pemerintah daerah Bisa memakai dana BOS paling banyak 15% (lima belas persen) dari total BOS yang diterima;
3)  pembayaran  honor  bulanan  guru/tenaga  kependidikan  dan non  kependidikan  honorer  di  sekolah  yang  diselenggarakan oleh  masyarakat  Bisa  memakai  dana  BOS  paling banyak 50% (lima puluh persen) dari total BOS yang diterima; 
4)  guru honorer yang mendapat pembayaran honor wajib:
a)  mempunyai kualifikasi akademik S-1/D-IV; dan
b)  mendapatkan penugasan dari pemerintah daerah dengan memperhatikan  analisis  kebutuhan  guru  dan menyampaikan  tembusan  penugasan  dimaksud  kepada Direktur  Jenderal  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  untuk  guru honor yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
10.  Pembelian/Perawatan Alat Multi Media Pembelajaran
a.  Membeli komputer desktop/work station berupa PC/All in One Computer  untuk digunakan  di  proses  pembelajaran, maksimal  5 (lima)  unit  per tahun  per  satuan  pendidikan dengan spesifikasi minimal:
1)  prosesor Intel Core i3 atau yang setara;
2)  memori standar 4GB DDR3;
3)  hard drive 0 GB SSD/500 GB HDD;
4)  CD/DVD drive;
5)  monitor LED 18,5 inci;
6)  sistem operasi Windows 10;
7)  Software  terpasang  word  processor,  spreadsheet,  dan
presentation;
8)  garansi 1 (satu) tahun.
Harga untuk  pembelian  komputer  tak  boleh  melebihi  dari
Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per unit.
Selain  untuk  membeli,  BOS  boleh  digunakan  untuk
perbaikan  dan/atau upgrade komputer desktop/work  station
milik sekolah.
b.  Membeli printer atau printer  plus  scanner maksimal  1 (satu) unit per tahun per satuan pendidikan. Selain untuk membeli, BOS boleh digunakan untuk perbaikan printer milik sekolah.
c.  Membeli laptop maksimal  1 (satu) unit per tahun per  satuan pendidikan dengan spesifikasi minimal:
1)  prosesor Intel Core i3 atau yang setara;
2)  memori standar 4GB DDR3;
3)  hard drive 0 GB SSD/500 GB HDD;
4)  CD/DVD drive;
5)  monitor 14 inci;
6)  sistem operasi Windows 10;
7)  Software  terpasang  word  processor,  spreadsheet,  dan presentation;
8)  garansi 1 tahun;
Harga  untuk  pembelian laptop  tak  boleh  melebihi  dari Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) per unit.  Selain  untuk  membeli,  BOS  boleh  digunakan  untuk perbaikan atau upgrade laptop milik sekolah.
d.  Membeli  proyektor  maksimal  5 (lima)  unit  per tahun  per satuan pendidikan dengan spesifikasi minimal:
1)  sistem DLP;
2)  resolusi XGA;
3)  brightness 3000 lumens;
4)  contras ratio 15.000:1;
5)  input HDMI, VGA, Composite, S-Video;
6)  garansi 1 (satu) tahun.
Harga  untuk  pembelian proyektor tak  boleh  melebihi  dari Rp7.000.000,00 (tujuh juta rupiah). 
Selain  untuk  membeli,  BOS  boleh  digunakan  untuk perbaikan proyektor milik sekolah.
Keterangan:
a.  komputer desktop/workstation, printer/printer scanner, laptop dan/atau  proyektor  wajib  dibeli  di  penyedia  barang  yang membagikan garansi resmi;
b.  proses  pengadaan  barang  oleh  sekolah  wajib  mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan;
c.  peralatan di atas wajib dicatat Bagaikan inventaris sekolah.
11.  Biaya Lainnya
Apabila seluruh komponen sebagaimana dimaksud di angka 1-10  elah  terpenuhi  pembiayaannya  dan  masih  terdapat  kelebihan BOS,  maka  BOS  Bisa  digunakan  untuk  keperluan  lainnya, dimana  penggunaan  dana  ini  wajib  diputuskan  melalui  rapat bersama  dengan  Dewan  Guru  dan  Komite  Sekolah.    Pembiayaan yang Bisa dibiayai antara lain:
a.  alat  peraga  pendidikan  yang  mendukung  kurikulum  yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat;
b.  pembangunan  jamban/WC  beserta sanitasinya,  hanya  untuk sekolah yang belum mempunyai prasarana Itu;
c.  Mesin ketik untuk kebutuhan kantor
Selengkapnya berikut Link Download Juknis BOS SD SMP SMA SMK Tahun 2018 sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor (No)  1 Tahun 2018
Demikian info mengenai Juknis BOS tahun 2018 sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor  1 Tahun 2018 mengenai Juknis BOS SD SMP SMA SMK tahun 2018. Semoga bermanfaat.


Advertisement
Baca juga  Lowongan Salesman Produk Plastik di Ganda Paramitra Plastica

= Baca Juga =



Source link : JUKNIS BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 SESUAI PERMENDIKBUD NO 1 TAHUN 2018

Incoming search terms:

  • puisi pria picak dan anaknya (15)
  • biaya masuk smk hutama bekasi (12)
  • kesejahteraan pt urc indonesia (10)
  • Gaji Pt Hasura mm2100 (9)
  • biaya masuk sma hutama pondok gede (7)
  • gaji pt universal carpet (7)
  • biaya pendaftaran smk hutama 2018 (5)
  • biaya masuk sma hutama bekasi (5)
  • gaji pt hasura (5)
  • tes psikotes pt tssi (4)
JUKNIS BOS SD SMP SMA SMK TAHUN 2018 SESUAI PERMENDIKBUD NO 1 TAHUN 2018 | admin | 4.5