KEWAJIBAN REGISTRASI ULANG KARTU PRABAYAR JANGAN TERMAKAN INFO HOAX, BACA PERMENKEMINFO NO 12 TAHUN 2016 DAN NO 14 TAHUN 2017

KEWAJIBAN REGISTRASI ULANG KARTU PRABAYAR JANGAN TERMAKAN INFO HOAX, BACA PERMENKEMINFO NO 12 TAHUN 2016 DAN NO 14 TAHUN 2017

Registrasi Ulang Kartu Prabayar

Terdapat banyak berita / SMS / Pesan WA yang menambahkan Unsur hoax di pemberitahuan kewajiban Registrasi Ulang Kartu Prabayar. Beberapa info hoax yang beredar Yaitu:
1. Registrasi ulang berlangsung hingga dengan tanggal 31 Oktober 2017. Padahal yang sesungguhnya Registasi ulang paling lambat 28 Februari 2018
2. tak diperlukan Registasi Ulang di karenakan hanya akan digunakan untuk kepentingan politik. Padahal yang sesungguhnya wajib registrasi ulang untuk para pelanggan Prabayar yang datanya belum divalidasi.
3. Registrasi ulang menyertakan nama Ibu Kandung, Padahal sesungguhnya hanya NIK dan KK (info hoax yang ini sesungguhnya memang berasal dari penafsiran pasal 6 Permenkeminfo No 12 Tahun 2016)


supaya kita paham mengenai Kewajiban Registrasi Ulang Kartu Prabayar ayo kita baca atau cermati dasar hukumnya yakni Permenkeminfo No 12 Tahun 2016 dan No 14 Tahun 2017.
dengan cara jelas di pasal 15 ayat 1 Permenkeminfo No 14 Tahun 2017 dinyatakan Bagaikan berikut Penyelenggara  Jasa  Telekomunikasi  wajib menyelesaikan  Registrasi  ulang  Pelanggan  Prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018.
Selanjutnya di pasal 16 ayat 1 Permenkeminfo No 14 Tahun 2017  dinyatakan Penyelenggara Jasa Telekomunikasi wajib menjalankan pemblokiran  layanan  untuk  Pelanggan  Prabayar  yang datanya belum  tervalidasi  dan  tak  menjalankan Registrasi  ulang  sesuai  dengan  tahapan  waktu.
Terkait dengan Registrasi Ulang Kartu Prabayar, Kominfo menyatakan bahwa Registrasi SIM Murni untuk Keamanan, berikut ini beritanya yang saya kutip dari laman kompas.com.
Per 31 Oktober 2017, para Pemakai kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, bagus pelanggan lama ataupun baru diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan Kartu Keluarga (KK).
Seluruh pelanggan kartu SIM prabayar diwajibkan mendaftar, paling lambat di 28 Februari 2018. bila tak menjalankan registrasi, akan ada sanksi seperti pemblokiran nomor dengan cara bertahap.
Masyarakat pun bertanya-tanya, apa tujuan dari penerapan kebijakan Itu?
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen PPI Kemkominfo) Ahmad Ramli jelaskan, registrasi ulang kartu SIM prabayar bertujuan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital. Dengan begitu, transaksi keuangan di dunia online Jadi lebih aman.
“tak ada maksud lain dan kami mendukung transaksi online. Seandainya memakai transaksi online, toko online, registrasi dengan identitas yang benar, itu akan mendukung ekonomi digital,” ujar Ahmad di konferensi pers Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).
Selain itu, lanjut Ahmad, registrasi ulang kartu SIM dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari penipuan, tindak kejahatan dan pelanggaran hukum melalui sarana telepon seluler dan media elektronik lainnya.
Oleh sebab itu, Ahmad mengimbau supaya masyarakat tak memercayai berita bohong yang menyarankan untuk tak menjalankan registrasi.
Registrasi kartu prabayar ini juga dimaksudkan untuk membagikan kepastian, kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat,” Perkataan Ahmad.
bagus pelanggan lama ataupun pelanggan baru dari semua operator seluler diwajibkan menjalankan registrasi kartu SIM prabayar, namun caranya sedikit berbeda.
Untuk pelanggan lama semua operator (Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, dan Smartfren) pelanggan cukup mengikrimkan pesan SMS ke nomor 4444 dengan format: ULANG# (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK), 
untuk pelanggan baru Telkomsel, registrasi dilakukan dengan mengirim SMS ke nomor 4444 dengan format: REG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).
Pelanggan baru XL Axiata Bisa menjalankan registrasi dengan mengirim SMS ke nomor 4444 dengan format: DAFTAR#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).
Terakhir, untuk pelanggan baru Indosat, Tri, dan Smartfren, format SMS yang dikirim ke 4444 untuk registrasi Yaitu: (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).
Selain di KTP, NIK alias Nomor Induk Kependudukan juga tercantum di KK, di samping kolom nama anggota keluarga. Sementara nomor KK tertulis dengan ukuran besar di bawah tulisan “Kartu Penduduk” di bagian atas KK. Pelanggan juga tak wajib menyebutkan nama ibu kandung saat registrasi. 
KTP atau KK palsu tak Bisa digunakan untuk registrasi, di karenakan database operator seluler tersambung ke Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga keaslian dokumen Bisa langsung diverifikasi. 

Seluruh pelanggan kartu SIM prabayar diwajibkan mendaftar, paling lambat di 28 Februari 2018. bila tak menjalankan registrasi, akan ada sanksi seperti pemblokiran nomor dengan cara bertahap. 

Baca juga  Lowongan Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI Non CPNS


Advertisement

= Baca Juga =



Source link : KEWAJIBAN REGISTRASI ULANG KARTU PRABAYAR JANGAN TERMAKAN INFO HOAX, BACA PERMENKEMINFO NO 12 TAHUN 2016 DAN NO 14 TAHUN 2017

KEWAJIBAN REGISTRASI ULANG KARTU PRABAYAR JANGAN TERMAKAN INFO HOAX, BACA PERMENKEMINFO NO 12 TAHUN 2016 DAN NO 14 TAHUN 2017 | admin | 4.5