Pemerintah Siapkan Solusi Kebijakan Antisipasi Minimnya Peserta Lolos SKD CPNS 2018

Pemerintah Siapkan Solusi Kebijakan Antisipasi Minimnya Peserta Lolos SKD CPNS 2018

Kementerian Eksploitasi Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyiapkan kebijakan baru untuk mengantisipasi kekosongan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terkait minimnya peserta Seleksi Kompetensi Dekader (SKD) yang memenuhi passing grade. Kebijakan tersebut diwajibkan supaya kebutuhan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) terpenuhi, namun disisi lain kualitas tetap terjaga.

Demikian dikatakan Menteri PANRB Syafruddin kedi wartawan di Jakarta, Selasa (13/11). “Pada ini masih dalam penyusunan, dan diharapkan minggu depan PermenPANRB sudah ditkitatangani,” ujar Menteri Syafruddin.

Advertisement

Berdasarkan data Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dekader (SKD) CPNS Sampai tanggal 12 November lalu, hanya 128.236 yang memenuhi passing grade atau kurang dari 10 persen dari 1.724.90 yang mengikuti SKD. “Padahal, yang diwajibkan ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) jumlahnya minimal tiga kali formasi untuk memenuhi yang memenuhi syarat dalam seleksi CPNS 2018 tahap SKD,” katanya.

Fenomena tersebut, berkarena tak terpenuhinya formasi yang telah ditetapkan, sedangkan di lain pihak instansi sudah membutuhkan tambahan PNS untuk menjamin pelayanan publik. “Pemerintah punya kewajiban untuk melayani publik. Publik juga semakin menggeliat untuk mau berperan dalam roda pemerintahan, terutama untuk tenaga pendidikan seperti guru dan dosen serta tenaga kesehatan,” jelasnya.

Menteri jelaskan, saat ini peserta yang lolos tahapan seleksi dengan passing grade yang telah ditetapkan pemerintah memang minim sekali. Tetapi Syafruddin menekankan bahwa peserta SKD CPNS yang tak lolos passing grade bukan berarti telah gagal. Pada ini Panselnas sedang menjalankan evaluasi dan dalam waktu dekat akan cepat mengumumkan solusinya. “Panselnas saat ini sedang menyikapi perkembangan yang ada untuk mengambil langkah-langkah terbagus untuk memenuhi kebutuhan negara. Yang jelas langkah yang akan diambil tak akan merugikan, bahkan akan menguntungkan semua pihak,” kata Syafruddin.

Baca juga  Lowongan Kerja di PT Sumber Turindo - Yogyakarta (Ticketing & Reservasi, Accounting, B2C)

Menteri Syafruddin memastikan Panselnas sedang bekerja mencarikan solusi minimnya penerimaan CPNS 2018. “Formulasinya sedang disusun supaya dapat memenuhi kebutuhan CPNS yang ada akan tetapi tetap menghasilkan ASN yang kompetitif dan kredibel,” ujar Syafruddin.

Diingatkan bahwa SDM merupakan aset penting untuk negara untuk mengelola semua aspek. Namun, dalam pelaksanaan seleksi CPNS saat ini, kekurangan SDM dalam mengisi formasi terjadi. Dikatakan bahwa peraturan yang sedang disusun itu tak mengganti Peraturan Menteri PANRB No. 36 dan 37 Tahun 2018. “Peraturan baru itu merupakan solusi untuk menopang peraturan yang lama,” tegas Syafruddin.

“Panselnas saat ini sedang menyikapi perkembangan yang ada untuk mengambil langkah-langkah terbagus untuk memenuhi kebutuhan negara. Yang jelas langkah yang akan diambil tak akan merugikan, bahkan akan menguntungkan semua pihak,” kata Syafruddin.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji menambahkan bahwa peserta yang sudah lulus passing grade tak wajib khawatir. “Yang sudah lulus di awal, tetap kita lindungi. Jangan khawatir. Mereka akan tetap ikut SKB,” ujarnya.

Sesuai Peraturan Menteri PANRB No. 36/2018 mengenai Penetapan Kebutuhan PNS dan Aplikasi Seleksi CPNS 2018, SKD mempunyai bobot 40 persen, sedangkan bobot SKB 60 persen. (Source : menpan.go.id)

Pemerintah Siapkan Solusi Kebijakan Antisipasi Minimnya Peserta Lolos SKD CPNS 2018

Source link : Pemerintah Siapkan Solusi Kebijakan Antisipasi Minimnya Peserta Lolos SKD CPNS 2018

Pemerintah Siapkan Solusi Kebijakan Antisipasi Minimnya Peserta Lolos SKD CPNS 2018 | admin | 4.5